Ujian Tengah Semester Rangkuman Tafsir dan tafsir tarbawi

 Nama : Bung Kasno Abubakar

NIM: 18133016

kelas:  pba1

Semester: V

Mata Kuliah: Tafsir Tarbawi


RANGKUMAN MATERI TAFSIR DAN TAFSIR TARBAWI


A.Tafsir

        Istilah tafsir secara etimologi (bahasa), kata ‘tafsir’ diambil dari kata ‘fassara-yufassiru-tafsiran’ yang berarti uraian atau keterangan. Sedangkan tafsir menurut terminologi (istilah), sebagaimana didefinisikan Abu Hayyan yang dikutip oleh Manna’al-Qatan ialah ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadzh-lafadz al-qur’an, tentang petunjuk-petinjuk, hukumn-hukumnya baik ketika berdiri sendiri maupun ketika tersusun dan makna-makna yang dimungkinkan baginya tersusun serta hal-hal yang melengkapinya.

Dari kedua definisi tafsir secara etimologi dan termininologi diatas menurut saya tafsir adalah suatu ilmu yang menjelaskan keterangan keadaan al-qur’an dari berbagai kandungan yang terdapat dalam al-qur’an yang dikehendaki oleh Allah swt sesuai kemampuan penafsir.

B. Tafsir tarbawi

Tafsir tarbawi adalah suatu ilmu untuk mendekatkan pemahaman akan al-qur’an dari aspek kependidikan, atau dengan kata lain upaya memahami implikasi ayat-ayat al-qur’an dari sisi kependidikan. 

Menurut pendapat saya tafsir tarbawi yaitu suatu ilmu yang menjelaskan keadaan suatu ayat dalam al-qur’an melalui sudut pandang pendidikan sehinggga sehingga dapat diimplimentasikan dalam nilai-nilai kependidikan.

 Sehingga dapat disimpulkan bawah tafsir dan tafsir tarbawi adalah suatu ilmu yang menjelaskan tentang keterangan keadaan ayat-ayat dalam kandungan al-qur’an sehingga dapat diambil nilai-nilai kependidikannya.

1. Tafsir menurut bahasa berarti membuka dan menjelaskan maksud yang sukar dari suatu lafadz
2. Menurut istilah tafsir adakah ilmu yang membahas tentang al-qur'an dari segi dilalah-Nya berdasarkan        maksud yang dikehendaki oleh Allah sebatas kemampuan manusia.
 
pengertian pendidikan 
    menurut bahasa,pendidikan yang umum digunakan yaitu dari bahasa arab dari kata tarbiyah artinya pendidikan dengan kerja rabba. kata pengajaran dalam bahasa arab yaitu ta'lim dengan kata kerja allama. pendidikan dan pengajaran bahasa arabnya wa ta'lim. sedangkan pendidkan islam bahasa arabnya tarbiyah islamiyah. kata kerja (rabba) mendidik sudah digunakan pada zaman Nabi Muahammad saw seperti dalam al-qur'an surah al-isra ayat 24.

    Menurut istilah pendidikan adalah upaya untuk merubah kepribadian manusia agar menjadi manusia yang berakhak yang baik seperti yang dicontohkan oleh Nabi Saw. mulai dari sikap, cara berbicara, bertingkah laku dalam masyarakat maupun dalam lingkungan keluarga.

   Menurut islam, ajaran islam tidak memisahkan antara iman dan amal soleh. Oleh karena itu pendidikan islama adalah pendidikan iman dan pendidikan amal. Ajaran islam berisi tentang sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat, menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bersama, maka pendidikan islam adalah pendidikan individu dan pendidikan masyarakat.  

     Qur'an surah al-'alaq ayat 1-5

surah ini oleh para ulama disepakati turun di mekkah sebelum Nabi Muhammmad SAW hijrah. Para ulama juga sepakat, bahwa wahyu al-qur'an yang pertama turun adalah lima ayat surat al-'alaq. Atas dasar inilah Thabathaba'i berpendapat, dari konteks uraian ayat-ayatnya, maka tidak mustahil bahwa keseluruhan ayat-ayat surah ini turun sekaligus.

    Menurut ibnu katsir bahwa surah al-'alaq ayat 1-5 merupakan surah yang berbicara tentang permulaan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya dan sebagai peringatan tentantang proses awal penciptaan manusiadari 'alaqah. ayat ini juga menjelaskan kemuliaan Allaj swt yang telah mengajarkan manusia sesuatu hal pengetahuan yang belum diketahui, sehingga hamba dimuliakan Allah dengan ilmu yang merupakan qudrat-Nya.

    Menurut Ali Al-Shabuni bahwa surah al-'alaq disebutkan juga dengan surah iqro', surah ini turun di Mekkah dengan memuat tiga hal:
a. menjelaskan awal turunnya wahyu kepada nabi Muhammad saw
b. Menjelaskan kekuasaan Allah tentang penciptaan manusia
c. Menjelaskan tentang kisah celakanya Abu Jahal sebab mencegah (melarang) nabi Muhammad                melaksanakan sholat.

    Jadi nilai-nilai pendidikan yang dapat kita ambil dari surah al-'alaq ayat 1-5 disini yaitu;
a. keesaan Allah swt
b. ilmu pengetahuan dan teknologi
c. nalar manusia
1. Membaca 
dalam arti bukan hanya orang yang sekolah yang dapat membaca tapi dalam arti membaca apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
2. menulis
Dalam arti segala sesuatu harus direnungi dan diselesaikan dengan baik sesuai yang diperintahkan oleh Allah swt.
3. Biologis

 dalam arti kita bukan yang di ajarkan untuk perpikir tentang dunia tapi kita juga harus berpikir tentang asal mula penciptaan manusia.

Sumber ilmu pengetahuan

Surah al-‘alaq

Sumber ilmu pengetahuan yaitu dari Allah swt. Yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Melalui malaikat Jibril as, dengan firman Allah yang pertama yaitu surah al-‘alaq’ ayat 1-5 dengan kata iqro’ artinya bacalah. Makasud dari ayat tersebut agar kita selalu mencari ilmu dengan cara membaca apa yang ada disekeliling kita. 

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu yang menciptakan     

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah                       

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ   Bacalah, dan tuhanMu maha pemurah                                                    

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam                                 

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ  Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya     

Adapun sumber ilmu pengetahuan dari Allah swt itu terbagi atas dua fase yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Secara langsung yaitu ilmu yang diberikan kepada para nabi dan rasul dan secara tidak langsung yaitu diberikan kepada manusia biasa. Dan melalui media kalam. Dan  Jadi ilmu pengetahuan semuanya bersumber dari Allah swt dan surah al-‘alaq diturunkan untuk menjelaskan proses memperoleh ilmu pengetahuan yaitu dengan cara membaca.


Surah saba’ ayat 1-2

Surah saba’ ayat 1-2 menjelaskan  sumber ilmu pengetahuan, semua ilmu pengetahuan bersumber dari Allah swt, manusia mengetahui ilmu Allah itu hanya sedikit sesuai dengan apa yang dipelajarinya dan bersifat terbatas. Sebagaimana dalam ayat tersebut sebagai berikut :

لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (١)

 يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ (٢

Artinya 

Segala puji bagi Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji bagi Allah,dan Dialah yang Mahabijaksana, Mahateliti.

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang, Maha pengampung.

Ayat tersebut menjelaskan tentang pengetahuan manusia, bahwa manusia itu diberikan pengetahuan hanya sedikit, ia mengetahui sesuai apa yang pelajari dan diberikan pengetahuan lebih. Allah adalah zat yang Mahamengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Dan segala yang berurusan dengan akhirat. Allah Maha penyayang dan Maha teliti atas segala ciptaanNya.

Surah An-Nahl ayat 78

Surah an-nahl ayat 78 menjelaskan tentang fungsi panca indra untuk memperoleh ilmu pengetahuan, bahwa manusia dititipkan oleh Allah berupa pendengaran, penglihatan dan hati (rasa), Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa manusia adalah makhluk yang unik dengan memiliki alat yang begitu sempurna yang tidak dimeliki oleh makhluk lain.

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya ;

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur. 

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan tidak tahu apapun, namun Allah berikan kompetensi berupa, pendengaran, penglihatan dan hati untuk dapat mengkaji ilmu pengetahuan dan mensyukuri apa yang Allah berikan kepada kita. Dengan kompetensi tersebut manusia dapat menuntut ilmu dan mentaburinya. Dangan ke tiga fungsi alat tersebut manusia di katakana sebagai makhluk yang paling sempurna.

Klasifikasi ilmu pengetahuan

Al – qur’an surah al- isra ayat 85

وَيَسۡـــَٔلُوۡنَكَ عَنِ الرُّوۡحِ‌ ؕ قُلِ الرُّوۡحُ مِنۡ اَمۡرِ رَبِّىۡ وَمَاۤ اُوۡتِيۡتُمۡ مِّنَ الۡعِلۡمِ اِلَّا قَلِيۡلًا

Artinya :    Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah,” Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa pengetahuan manusia itu terbatas, manusia itu hanya mengetahui sesi materi saja dan masalah roh itu hanya Allah yang mengetahui.

Tafsir ayat tersebut yaitu dan orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab bertanya kepadamu wahai Rasulllah tentang hakikat roh, maka katakanlah pada mereka, “ tidak ada yang mengetahui hakikat roh kecuali Allah, sedangkan kalian dan semua makhluk tidaklah diberikan ilmu kecuali hanya sedikit bila dibandingkan dengan ilmu Allah swt.


surah al-kahfi ayat 65 

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

Artinya:

Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba kami, yang telah kami anugerahkan rahmat kepadanya dari sisi kami, dan yang telah kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi kami.

Pengetahuan manusia itu terbatas kecuali orang-orang pilihan yang Allah berikan anugerah untuk mengetahui ilmu tersebut.

Surah al-haqqah ayat 38-39

فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

Artinya 

38. maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat

39. Dan apa yang tidak kamu lihat.


Klasifikasi ilmu-ilmu pengetahuan

Ilmu adalah pengetahuan yang menunjukkan kebenaran umum dan dapat diuji melalui metode ilmiah. Masing-masing ilmu pengetahuan yang dapat diklasifikasikan menurut al- qur’an sebagai berikut.

Ilmu agama 

Ilmu agama terdapat dalam surah at-taubah ayat 122 sebagai berikut.

وَمَا كَانَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لِيَنۡفِرُوۡا كَآفَّةً‌ ؕ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِنۡ كُلِّ فِرۡقَةٍ مِّنۡهُمۡ طَآٮِٕفَةٌ لِّيَـتَفَقَّهُوۡا فِىالدِّيۡنِ وَ لِيُنۡذِرُوۡا قَوۡمَهُمۡ اِذَا رَجَعُوۡۤا اِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُوۡنَ

Artinya 

Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi ke medan perang. Mengapa sebagaian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan pada kaumnya apabila mereka telah kembali, mereka dapat menjaga dirinya.

    Allah menerangkan bahwa tidak semuaorang mukminharus berangkat ke medan perang, bila peperangan itu dapat dilakukan oleh sebagian kaum muslimin saja. Tetapi harus ada pembagian tugas dalam masyarakat, sebagian berangkat ke medan perang, dan sebagian lagi harus menuntut ilmu dan mendalami agama islam, supaya ajaran-ajaran itu dapat diajarkan secara merata, dan da'wah dapat dilakukan dangan cara yang lebih efektif dan bermanfaat sehingga kecerdasan umat islam dapat di tingkatkan.

Ilmu psikologi dan ilmu alam

Ilmu psikologi terdapat dalam surah al-fussilat ayat 53

سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

Artinya 

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadalah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu.

    lebih tegas ayat ini menggambarkan fenomena yang menunjukkan kebesaran Allah yang terdapat di ufuk (al-fak)  dan diri manusia. afaq, artinya al-nawahi (penjuru atau linkungan langit dan bumi). Manusia dituntut agar mempelajari fenomena tersebut, sehingga terbentuk keimanan dan keyakinan terhad Allah dan risalah-Nya yang sampai kepada manusia melalui Rasul, sehingga jiwanya berucap annahu al-aqq (sesungguhnya Al-qur'an yang dibawa Muhammad itu benar.                                                                          

Ilmu sejarah

Ilmu sejarah terdapat pada surah Muhammad ayat 10

أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكَٰفِرِينَ أَمْثَٰلُهَا

Artinya     Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi ini sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka, Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.

Ilmu biologi 

Pembahasan ilmu biologi terdapat dalam qur’an surah al-anbiyah ayat 30

اَوَلَمۡ يَرَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ كَانَـتَا رَتۡقًا فَفَتَقۡنٰهُمَا‌ ؕ وَجَعَلۡنَا مِنَ    الۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ ؕ اَفَلَا يُؤۡمِنُوۡنَ 

Artinya 

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?


Semua ilmu pengetahuan berasal dari Allah swt manusia adalah makhluk yang dapat mengolah ilmu pengetahuan tersebut dangan dititipkan oleh Allah berupa alat yang dapat manusia gunakan yaitu pendengaran, penglihatan dan hati yang dengan alat tersebut manusia dapat menegakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Dengan diberikan tiga fungsi alat tersebut manusia dikatakan sebagai makhuk yang paling sempurna.

Klasifikasi/Pembidangan Ilmu Pengetahuan

Ilmu tumbuh-tumbuhan dan bercocok tanam (botani)

وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ 
Artinya:  
“...Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj [22]:5)
Pada ayat ini Allah mengemukakan petunjuk tentang adanya hari kebangkitan dengan mengemukakan duam macam alasan
Berhubungan dengan proses pkejadian manusia
Berhubungan dengan proses kehidupan dan tumbuh-tumbuhan
Kata zawj, yang menunjukkan kepada aneka tumbuhan, dapat juga diartikan pasangan, dalam arti Allah swt. Menciptakan pasangan-pasangan bagi tumbuh-tumbuhan.
Pada ayat lain disebutkan:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
”Maha suci Allah Yang telah menciptakan makhluk-makhluk senuanya berpasangan; sama ada yang ditumbuhkan olejh bumi,atau diri dari mereka, atau dari apa yang mereka tidak mengetahuinya.” (QS.Yaasin [36]:36)
Bahkan berpasangan itu juga terjadi pada arus listrik, yaitu positif dan negatif, yang kemudian menimbulkan kekuatan yang dapat membangkitkan tenaga listrik menimbulkan cahaya. Tenaga listrik dan cahaya sangat vital dalam kehidupan manusia zaman moder ini. Boleh jadi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia di masa datang akan dapat pula menyingkapkan sebagai rahasia-rahasia yang masih tersimpan tentang adanya pasangan dalam bidang-bidang yang lain yang belum di ketahuin oleh manusia. 

Ilmu hewan (zoologi) dan Ilmu hayat
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
“(Mengapa merka yang kafir masih mengingkari akhirat) tidaklah mereka memperhatikan keadaan unta bagaiman ia diciptakan?” (QS Al-Ghasyiyah [88]:17) 
Dalam ayat ini Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagamana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu diciptakan. Bagamana pula langit yang berada ditempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung di panjangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang-orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untkuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternatak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal manusia.

Ilmu tentang proses kejadian makhluk (manusia)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ 
ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari pati (yang berasal) ydari tanah; kemudian Kami jadikan “pati” itu (setitis) air benih pada penetapan yang kukuh; Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuah sebuku darah beku. Lau kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang , kemudian Kami bakut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk dia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya, maka nyatalah kelebihan dan ketenggian Allah sebaik-baik pencipta. (QS. Al-Mukminun[23]:12-14)
 Ayat-ayat di atas memberi isyarat tentang proses kejadian manusia secara biologis (yang dapat dipelajari) dan non biologis (tidak dapat dipelajari). Yang dapat dipelajari secara biologis adalah setetes air mani (sperma), daging, tulang belulang, dan stuktur tubuh manusia secara keseluruhan. Sedangkan yang tidak dapat dipelajari secara biologis ialah roh (nyawa) baik roh manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan karena yang menyangkut roh ini hanya Allah lah yang mengetahuinya.

Ilmu falak
وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ (٣٧) وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (٣٨) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (٣٩) لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠)
“Dan lagi dalil yang terang untuk mereka (berpikir) ialah malam, Kami hilangkan siang dari padanya, maka dengan serta-merta mereka berada dalam gelap gulita. Dan (sebahagian dari dalil yang tersebut ialah) matahari, ia kelihatan beredar ke tempat yang ditetapkan baginya, itu adalah takdir Tuhan yang maha kuasa, lagi maha mengetahui, dan bulan pula kami takdirkan dia beredar melalui beberapa peringkat sehingga di akhir peredarannyakelihatan kembalinya pula ke peringkat awalnya (berbentuk melengkung) seperti tandang yang kering, (dengan ketentuan yang demikian), matahari tidak mudah baginya mengejar bulan, dan malam pula tidak dapat mendahului siang, karena tiap-tiap satunya beredar terapung-apung di tempat edarannya masing-masing.” QS yaasin [36[:37-40)
 Ayat ini meletakkan dasar-dasar garis ilmu pengetahuan alam dan ilmu falak. Terjadinya siang dan malam karena bergerajnya tata surya, terutama bumi dan matahari. Ayat ini menyiratkan bagaimana proses geologi puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Berdasarkan kajian saintis, pada dasarya proses geologi berupa siklus yang tiada berhenti, di dasar lautan, seperti di laut pasifik contohnya, berjalan proses penghamparan material magmatik yang keluar dari punggungan tengah samudra. Lempengan ini terus bergerak dan menabrak lempengan lainnya. 

Ilmu Hitung dan Eksakta
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

“Dan tiadak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami sahaja perbendaharaannya dan Kami tidak akan menurunkannya melainkan dengan menurut kadar dan masa yang tertentu.” (QS.Al-hijr[15]:21).
Kemudian disebutkan pula bahwa orang harus merasa takut kepada Tuhannya, karena Allah akan menghidupkan kembali semua orang yang telah mati, dan ,membangkitkan mereka dari kuburnya masing-masing pada hari akhir. Ketika itu manusia memperoleh catatan dari seluru perbuatan , baik besar maupun kecil, yang pernah di kerjakan di dunia dahulu. Tiada satupun perbuatan yang luput dari catatan, semuanya tertulis dalam buku itu dengan teliti.
Penggalan ayat ini dipahami sebagai ulama dalam arti peredaran matahari dan bumi terlaksana dalam satu perhitungan yang sangat teliti. Ada juga ulama yang memahami penggalan ayat diatas dalam arti Allah menjadikan peredaran matahari dan bulan sebagai alat untuk melakukan perhitungan waktu, tahun, bulan, minggu dan hari bahkan menit dan detik.

Ilmu Fisika dan Kimia
هُوَ الَّذِىۡ يُرِيۡكُمُ الۡبَرۡقَ خَوۡفًا وَّطَمَعًا وَّيُنۡشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ
وَ یُرۡسِلُ الصَّوَاعِقَ فَیُصِیۡبُ بِہَا مَنۡ یَّشَآءُ وَ ہُمۡ یُجَادِلُوۡنَ فِی اللّٰہِ 
وَ ہُوَ شَدِیۡدُ الۡمِحَال
“ Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, untuk menakutkan (dari panahan), dan memberiharapan (dengan turunnya hujan), dan ia yang menjadikan awan yang tebal yang berat (dengan air), dan Dia lah yang guruh dan malaikat bertasbih memuji-Nya, karena takut kepadaNya. Dan Dialah juga yang menghantarkan petir, lalu ia mengenakan dengan panahannya kepada siapa yang dikehendakiNya dan mereka yang ingkar itu membanta (serta mendustakan rasul) mengenai perkara yang berhubungan dengan Allah  (dan kuasaNya) padahal  ia amat keras azab siksaNya”. (QS. Ar-Ra’ad [13]:12-13).
Menurut kajian saintis, terbentuknya awan mendung, kilat, guruh, dan halilintar, bagaimana diungkapkan dalam al-qur’an, sejak awal diyakini oleh banyak ilmuan merupakan fenomena alam yang mempunyai hubungan yang erat dengan proses kejadian hujan atau badai yang terjadi permukaan bumi. Fenomena ini merupakan salah satu tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah.
Dari sisi pengamatan lainnya diketahui bahwa petir mempunyai manfaat bagi bumi dan manusia. Petir merupakan proses alam yang menghasilkan unsur nitrogen yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan dan mengisi sekitar 4/5 atmosfer bumi, bahkan petir juga berfungsi dal sirkuit global listrik. Kilatan petir raksasa di yakini akan dapat membantu menyeimbangankan sirkuit global listrik antara bumi dan angkasa dan juga berkonsentrasi dalam pembentukan ozon . dalam ayat ini menjelaskan.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

“Tidakkah Engkau melihat bahwasannya Allah mengarahkan awan bergerak perlahan-lahan , kemudian Dia mengumpulkan kelompok-kelompoknya, kemudian Dia menjadikannya tebal berlapis-lapis?selepas itu Engkau melihat hujan turun dari celah-celahnya. Dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-gunung (awan) Yang ada padanya, lalu lalu Ia menimpahkan hujan batu itu kepada siapa yang dikehendakiNya, dan menjauhkan dari siapa yang dikehendakiNya. Sinaran kilat yang terpancar dari awan yang demikian keadaannya, hampir-hampir menyambar dan menghilangkan pandangan”. (QS. An-Nuur [24]:43)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menjadikan awan bertindih-tindih setelah dia di arak dan kumpulan di satu tempat/daerah, sehingga terjaditumpukan dan gumpalan awan yang berwarna hitam bagaikan gunung-gunungdi angkasa, kemudian keluarlah dari celah awan tersebut air hujan.
  
Ilmu Geologi
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا  1 وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَه2 
“Apabila bumi digegarkan dengan gegaran yang sedahsyat-dahsyatnya, serta bumi itiu mengeluarkan segala isinya”. (QS. Al-Zalzalah [99]:1-2)

Kata zilzal dan yang serumpun dengannya disebutkan 6 kali dalam al-qur’an , antara lan 2 kali disebutkan dalam surah az-zalzalah ayat satu dan semuanya berarti guncangan. Allah mengunkapkan bahwa bumi bergetar bergetar dan bergunjang sedahsyat-dahsyatnya.


METODE PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN

a. Pengertian Metode dan Karakteristiknya

Metode berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata meta dan hodos, meta berarti yang dilalui dan hodos berarti jalan. Yang dimaksud dengan jalan di sini adalah suatu tata cara, tindakan atau amaliyah yang diamalkan menurut metode-metode tertentu yang telah ditetapkan oleh masing-masing perumus aliran yang tertentu pula. Misalnya seorang guru yang mengajarkan shalat pada muridnya, dia menunjuki dan membimbing bagaimana caranya melakukan ibadah shalat itu. 

Maka metode adalah cara yang tetap untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang dilakukan biasanya memiliki tujuan tertentu, tergantung kepada tujuan yang ingin dicapainya. Demikian juga dengan metode, pengertiannya menjadi berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Menurut Surachnad metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Menurut Abu Bakar Aceh, thariqah artinya jalan, petunjuk untuk melakukan sesuatu sesuai dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan oleh nabi dan dikerjakan oleh sahabat-sahabatnya, dan tabi’in secara turun temurun sampai kepada guru-guru sambung menyambung dan rantai berantai. Menurut Abuddin Nata metode sebagai cara untuk memahami, menggali, dan mengembangkan ajaran Islam, sehingga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.


Metode-metode pendidikan ini memiliki karakteristik sebagaimana yang ditemukan as-Syaibani yaitu:

Mendasarkan metode pendidikan kepada perilaku islami, sebab pendidikan adalah dalam rangka beribadah kepada Allah.

Menyesuaikan metode pendidikan dengan keadaan peserta didik dan lingkungan pendidikan.

Menggunakan metode pendidikan yang dapat memadukan antara teori dangan fakta dan antara tekstual dengan kontekstual.

Memberi kesempatan berpendapat pada peserta didik dengan mengutamakan argumen yang logis dan dalam batas kesopan dan saling hormat menghormati.

b. Term-Term Metode Dalam Al-qur’an

Metode dalam bahasa Indonesia diartikan dengan cara, dalam bahasa Arab kata thariqah berasal dari kata tharq yang berarti mengetuk, thariqah jamaknya tharaiq yang berarti jalan atau petunjuk jan atau cara.

Jika ditelusuri kata thariq dalam Al-qur’an, ada beberapa ayat yang langsung mengungkapkan.

Berikut ayat-ayat yang langsung lafal thariq:

Surah at-Ahqaf ayat 30 yang berbunyi:

قَالُوا۟ يَٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ

“mereka berkata. “ Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-qur’an) yang telah diturunkan seaudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus”.

Surah al-Mukminum ayat 17 yang berbunya:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap (Kami).’’

Surat an-Nisa’ ayat 168 yang berbunyi:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

“sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka”.

Dalam surat yang sama juga ada pada ayat 169 yang berbunyi:

إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

“kecuali jalan ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.

Surat Thaha ayat 63 yang berbunyi:

قَالُوٓا۟ إِنْ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلْمُثْلَى

“Mereka berkata: “ Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama”.

Pada surat yang sama ada juga disebutkan pada ayat 77 yang berbunyi:

وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لا تَخَافُ دَرَكًا وَلا تَخْشَى

“ Dan sesungguhnya telah kami wahyukan kepada Musa .”Pergilah kamu dengan hamba-hamba Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam).

Pada ayat 104 juga disebutkan:

نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا

“ Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan , ketika orang yang paling lurus jalannya di antara mereka:” kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja.”

Surah jin ayat 16

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

“Dan bahwasanya: jikakau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu, (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).”


c. pembahasan Ayat-Ayat Metode Pendidikan Melalui Tafsir Maudhu’i

tafsir maudhu’i adalah penjelasan ayat-ayat Al-qur’an yang membicarakan sesusuatu mengenai judul. Topik tertentu.

Menurut Abdul Hayy al-Farmawi tafsir maudhu’i adalah pengumpulan ayat-ayat yang mempunyai maksud yang sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasarkan kronologi serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut, kemudian memperhatikan ayat-ayat tersebut dengan penjelasan, keterangan-keterangan dan hubungannya dengan ayat yang lain serta mengistinbat hukum-hukum yang mengkhususkannya dalam kajian tematik.

Zahir I’wad al-Alma’i menyebutkan tafsir maudhu’i adalah ungkapan tentang pengumpulan ayat-ayat Al-qur’an yang berbicara mengenai topik (tema yang sama), yang mempunyai tujuan yang sama dan menyusunnya sesuai dengan urutan turunnya ayat-ayat Al-qur’an, ini dilakukan jika memungkinkan. Selanjutnya diterangkan secara terperinci dengan menguraikan tentang hikmah syari’at yang terdapat di dalamnya meliputi seluruh aspek tema sebagaimana terdapat dalam Al-qur’an, kemudian mengungkapkan pembahasan tentang aspek-aspek tersebut supaya terhindar dari keraguan yang dihembuskan oleh musuh-musuh agama, yaitu orang yang sesat atau ateis.

Abdul Sattar, tafsir maudhu’i adalah ilmu yang membahas tema-tema Al-qur’an yang sama makna dan tujuannya, dengan cara mengumpulkan ayat-ayat dari berbagai surat, kemudian mengkajinya dengan pola tertentu.


Jadi mussafir mencari dan menentukan tema-tema atau topik-topik bahasan yang ada di tengah-tengah masyarakat atau berasal dari masyarakat berasal dari Al-qur’an itu sendiri, atau dari yang lain.

1.Metode diskusi

itu al-nahl ayat 125, yaitu:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantulah mereka dengan cara yang baik. Sesunggunya Tuhanmu Dialah yang mengetahuiorang-orang yang dapat petunjuk.

Pelajaran yang baik “Bi al-mau ‘izah al-hasanah pada ayat di ats dapat dikatakan sebagai metode diskusidengan memperhatikan pada jelasan tafsir.

Metode diskusi dalam pendidikan Islam disebut dengan dengan metode hiwar adalah suatu cara penyajian/penampaian bahan pelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik / berbicara dan menganalisis secara ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesempulan atau menyusun berbagai alternatif  pemecahan atas sesuatu masalah. 

2.Metode tanya jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca. Metode ini banyak terdapat dalalm al-qur’an salah satunya dalan al-qur’an surah assafat 100-108

Artinya” ( 100) ya, Tuhanku anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (102) Maka takala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelimu, maka pikirkanlah apa pendapat mu. Ia menjawab, hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyah Allah kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (103). Takala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya. (104). Dan kami panggillah dia, hai Ibrahim. (105).sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (106). Sesungguhnya itu benar-benar suatu ujuan yang nyata. (107). Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (108). Dan Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.

Rangkaian pembahasan ayat di atas satu persatu dapat dilihat penyampaian pendidikan yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada anaknya penuh dangan tanya jawab, bahkan disana juga terlihat adanya metode diskusi. Ini terlihat dari cara yang dilakukan Ibrahim kepada anaknya selalu ia tanyakan terlebih dahulu, dan tidak langsung mengambil kesempulan.

Metode ceramah

Metode caramah adalah cara penyampaian informasi melalui penuturan secarah lisan oleh pendidik kepada peserta didik. Cukup banyak ayat-ayat Al-qur’an tentang metode ini diantaranya.

Surah thaha ayat 23-25

Artinya” berkata Musa: Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lapangkanlah kekakua dari lidahku. Supaya mereka mengerti perkataanku.

Surah al-‘araf ayat 35

Artinya” hai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu ayat-ayatKu, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, niscaya mereka tidak merasa ketakutan”. Metode ceramah ini digunakan oleh Rasulullah untuk menyampaikan perintah-perintah Allah.

Surah Yunus ayat 23

Artinya” Maka takala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman dimuka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

4.Metode demonstrasi

Metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dimana guru mempertunjukkan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan sesuatu sedangkan murud memperhatikannya.

Metode ini terdapat pada surah al-kahfi ayat 66 

Artinya” Musa berkata kepada khidir “ Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadaku”

Kaitan ayat ini dengan aspek pendidikan bahwa seorang pendidik hendaknya:

  • Menuntun anak didiknya 
  • Memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu
  • Mengarahkan untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.

5.Metode eksperimen

    Metode eksperimen dapat disamakan dengan experiment method. Eksperimen dimaksud untuk menguji kebenaran sesuatu dengan cara melakukan uji coba terhadap objek yang diteliti. Metode eksperimen adalah metode pengamatan objek fisik yang tentu saja alatnyadengan menggunakan indra.

Metode eksperimen terdapat pada surah ar-rahman ayat 33.

Artinya” Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menumbus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasinya, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.”

    Penjelasan ayat di atas jelas mengisyaratkan adanya eksperimen, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw dalam mensucikan derinya dengan cara berguling di tanah karena mereka tidak menemukan air untuk mandi jinabat. Maka Rasulullah saw memperbaiki praktek yang dilakukan mereka yang sudah salah dan rasul langsung mencontohkan tata cara bersuci bukan dengan berguling di tanah akan tetapi dengan menggunakan debu.

6.Metode keteladanan

Sesuai dangan firman Allah swt dalam surah al-ahzab ayat 21 

Artinya” sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah .

Metode ketaladan sangat penting dalam pendidikan, keteladan yang dimaksudkan adalah keteladanan dari pendidik karena pendidik selalu dicontoh dan ditiru anak-anak. Pendidik bukan saja guru tapi bisa orang tua, masyarakat bahkan Rasulullah. Keteladan Rasulullah dapat menjadi acuan bagi pendidik sebagai teladan utama, sehingga diharapkan anak didik mempunyai pendidik yang dapat dijadikan panutan.

7.Metode Amsal

    Metode amsal sering disebut dengan metode perumpamaan yaitu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi pembelajaran melalaui contoh-contoh atau perumpamaan. Amsal adalah bentuk jamak dari kata matsal yang berarti perumpamaan atau ibarat. Amtsal juga diartikan menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, dari kata mitsil yang berarti serupa atau seperti. Selain kedua kata tersebut, dijumpai pula kata matsil yang berarti menyerupai.

Metode amsal cukup banyak dalam al-qur’an namun disini penulis hanya mengambil satu contoh yaitu dalam Al-qur’an surah al-baqarah ayat 17-19 yang artinya:

“ Perumpamaan mereka adalah seperti  orang yang menyalakan api, maka setelah setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli dan buta, dan tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat, mereka menyumbat telingahnya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. 

8.Metode Targhib dan tarhib

Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman terhadap keburukkan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Sebagai mana hadis nabi yang artinya: 

“ Hadis Ahmad ibn Shalih, hadis Abdullah ibn Wahhab, Umar memberitakan kepadakudari Bakr ibn Suadah al-Juzami dari shalih ibn Khaiwan  dari Abi Sahlah as-Sa’ib ibn Khallad, kata Ahmad dari kalangan sahabat Nabi saw. Bahwa ada seorangyang menjadi imam sholat bagi sekelompok orang , kemudian dia meludah ke arah kiblat dan Rasulullah melihat, setelah selesai sholat Rasulullah bersabda “ jangan lagi dia menjadi imam sholat bagi kalian.

Penjelasan hadis di atas tampak jelas dalam memberikan hukuman (marah ) karena orang tersebut tidak layak menjadi imam.

9.Metode pengulangan (tikror)

Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang disampaikan. Metode pengulangan terdapat dalam al-qur’an surah al-fatihah ayat 6 dan ayat 7.

Artinya” Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”.

(yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau anugrahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) jalan mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. Kedua ayat ini sama-sama menjelaskan tentang kebenaran bahwa nabi diperintah hijrah dan kebenaran status mereka sebagai mukmin.an kilat yang terpancar dari awan yang demikian keadaannya, hampir-hampir menyambar dan menghilangkan pandangan”. (QS. An-Nuur [24]:43)
    Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menjadikan awan bertindih-tindih setelah dia di arak dan kumpulan di satu tempat/daerah, sehingga terjaditumpukan dan gumpalan awan yang berwarna hitam bagaikan gunung-gunungdi angkasa, kemudian keluarlah dari celah awan tersebut air hujan.
  PENELUSURAN AYAT-AYAT TENTANG TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN SEBAB-SEBAB TURUNNYA AYAT

TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN TERBAGI ATAS 5 ELEMEN YAITU:

1.      Individu

2.      Orang tua

3.      Guru

4.      Masyarakat

5.      Pemimpin

Individu

a.       Q.S.At-Tahrim ayat 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

b.      Q.S. At-Tur ayat 21

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-oranng yang beriman, beserta anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di dalam sorga dan Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Setiap individu terikat dengan apa yang dikerjakannya.

c.       Q.S. Al-isra’ ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.

 

  1.  Orang tua

a.       Q.S. Thaha ayat 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan  perintahlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rereki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepdamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang-orang yang takwa.

b.    Q.S. Al-Furqan

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

 

Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

c.       Q.S. At-Tagabun ayat 13

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

d.      Q.S. Lukman ayat 13

وَاِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِا بۡنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِاللّٰهِ ‌ؕاِنَّ الشِّرۡكَ لَـظُلۡمٌ عَظِيۡمٌ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar."

e.       Q.S. lukman ayat 14

وَ وَصَّیۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَیۡہِ ۚ حَمَلَتۡہُ اُمُّہٗ وَہۡنًا عَلٰی وَہۡنٍ وَّ فِصٰلُہٗ فِیۡ عَامَیۡنِ اَنِ اشۡکُرۡ لِیۡ وَ لِوَالِدَیۡکَ ؕ اِلَیَّ الۡمَصِیۡرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

f.       Q.S. As-Syuara ayat 214

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ 

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (keluarga) yang terdekat.

 

  1.     Sekolah

a.     Q.S. Mujadilah ayat 11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

b.      Q.S. Al-Baqarah ayat 104

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيْمَ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدَّينَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ اْلمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِي قَالُوْا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهَا وَاحِدًا وَنَحنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ

Dan Ibrahim mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. Wahai anakku sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam. Apakah kamu menjadi saksi ketika dia berkata kepada anak-anaknya, apa yang kamu sembah sepeninggalku? Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, yaitu Tuhan yang maha Esa dan kami berserah diri kepada-Nya.

  1. 4.      Masyarakat

a.       Ali Imran ayat104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

b.      Ali Imran ayat 110

كُنۡتُمۡ خَيۡرَ اُمَّةٍ اُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ وَتُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ‌ؕ وَلَوۡ اٰمَنَ اَهۡلُ الۡكِتٰبِ لَڪَانَ خَيۡرًا لَّهُمۡ‌ؕ مِنۡهُمُ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَاَكۡثَرُهُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ‏

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.

  1.   Pemimpin

a.       Q.S. An-Nisa’ ayat 59

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ تَاۡوِيۡلًا

 

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Kronologi turunya ayat ini terkait dengan sikap Amar Bin Yasir melindungi seorang tawanan perang tanpa izin dari panglima perang, yaitu Khalid bin Walid sehingga terjadilah perbedaan pendapat di antara mereka, atas peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini isinya berupa perintah taat kepada Allah, kepada Rasul dan kepada pemimpin.

 

b.      Q.S. At-Taubah ayat 71

 

وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ بَعۡضُهُمۡ اَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ وَيُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيۡعُوۡنَ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ‌ؕ اُولٰۤٮِٕكَ سَيَرۡحَمُهُمُ اللّٰهُؕ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ حَكِيۡمٌ

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Pandangan Para Mufassir Tentang Tanggung Jawab Pendidkan 

Tanggung jawab individu merupakan tanggung jawab secara pribadi terhadap pendidikan untuk merubah kondisi pendidikan dari tidak baik menjadi baik dan dari baik menjadi lebih baik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas individu agar terhindar dari kebodohan dan keterbelakangan sehingga menjadi manusia yang paripurna dan berimu pengetahuan. Tangggung jawab individu bukan saja dari sudut pendidikan islam (akidah) tetapi juga pendidikan umum. Menurut M. Quraish Shihab tanggug jawab pendidikan secara individu dan keluarga yaitu  meneladani kehidupan Rasul Saw dan keluarganya dan diterapkan dalam kehidupan individu dan keluarga.

Tanggung jawab orang tua yakni tanggung jawab pendidikan diserahkan kepada kedua orang tua di rumah tanggah seperti pendidikan akhlak dan meneladani keluarga Nabi Muhammad saw.

Tanggung jawab sekolah (guru) ialah mengembangkan potensi akal dan rohani peserta didik di sekolah. Potensi akal yakni menjadikan peserta didik cerdas, terampil, kreatif, inovatif dan berakhlak mulia. Potensi rohani yakni mengembangkan potensi rohani peserta didik sehingga sadar akan dirinya sebagai makhluk Allah yang terbaik tidak berlakuk syirik dan menjadikan Allah sebagai tempat menyembah dan tempat meninta tolong.

Tangggung jawab masyarakat yaitu mengajak manusia kepada jalan kebaikan, maruf dan nahi munkar dengan cara tidak boleh memaksa tetapi disampaikan secara persuasive dengan cara bil-hikmah (kearifan), al-mauizah al-hasanah (pengajaran yang baik) dan mujadalah (dialog). Makruf adalah mengajak kepada kebaikan yang bersifat umum, sedangkan munkar adalah seluruh keburukan yang bertentangan dengan nilai-nilai ilahiyah.

Tanggung jawab pemimpin adalah menyelenggarakan pendidkan , menyediakan sarana dan prasarana , tenaga pendidik, pengguna, honor, kurikulum, administra dan evaluasi pendidikan. Seluruh tanggung jawab ini saling  berkaitan antara satu dengan yang lain.

 





Komentar

Posting Komentar