Ujian Tengah Semester Rangkuman Tafsir dan tafsir tarbawi
Nama : Bung Kasno Abubakar
NIM: 18133016
kelas: pba1
Semester: V
Mata Kuliah: Tafsir Tarbawi
RANGKUMAN MATERI TAFSIR DAN TAFSIR TARBAWI
A.Tafsir
Istilah tafsir secara etimologi (bahasa), kata ‘tafsir’ diambil dari kata ‘fassara-yufassiru-tafsiran’ yang berarti uraian atau keterangan. Sedangkan tafsir menurut terminologi (istilah), sebagaimana didefinisikan Abu Hayyan yang dikutip oleh Manna’al-Qatan ialah ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadzh-lafadz al-qur’an, tentang petunjuk-petinjuk, hukumn-hukumnya baik ketika berdiri sendiri maupun ketika tersusun dan makna-makna yang dimungkinkan baginya tersusun serta hal-hal yang melengkapinya.
Dari kedua definisi tafsir secara etimologi dan termininologi diatas menurut saya tafsir adalah suatu ilmu yang menjelaskan keterangan keadaan al-qur’an dari berbagai kandungan yang terdapat dalam al-qur’an yang dikehendaki oleh Allah swt sesuai kemampuan penafsir.
B. Tafsir tarbawi
Tafsir tarbawi adalah suatu ilmu untuk mendekatkan pemahaman akan al-qur’an dari aspek kependidikan, atau dengan kata lain upaya memahami implikasi ayat-ayat al-qur’an dari sisi kependidikan.
Menurut pendapat saya tafsir tarbawi yaitu suatu ilmu yang menjelaskan keadaan suatu ayat dalam al-qur’an melalui sudut pandang pendidikan sehinggga sehingga dapat diimplimentasikan dalam nilai-nilai kependidikan.
Sehingga dapat disimpulkan bawah tafsir dan tafsir tarbawi adalah suatu ilmu yang menjelaskan tentang keterangan keadaan ayat-ayat dalam kandungan al-qur’an sehingga dapat diambil nilai-nilai kependidikannya.
Sumber ilmu pengetahuan
Surah al-‘alaq
Sumber ilmu pengetahuan yaitu dari Allah swt. Yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Melalui malaikat Jibril as, dengan firman Allah yang pertama yaitu surah al-‘alaq’ ayat 1-5 dengan kata iqro’ artinya bacalah. Makasud dari ayat tersebut agar kita selalu mencari ilmu dengan cara membaca apa yang ada disekeliling kita.
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu yang menciptakan
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ Bacalah, dan tuhanMu maha pemurah
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya
Adapun sumber ilmu pengetahuan dari Allah swt itu terbagi atas dua fase yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Secara langsung yaitu ilmu yang diberikan kepada para nabi dan rasul dan secara tidak langsung yaitu diberikan kepada manusia biasa. Dan melalui media kalam. Dan Jadi ilmu pengetahuan semuanya bersumber dari Allah swt dan surah al-‘alaq diturunkan untuk menjelaskan proses memperoleh ilmu pengetahuan yaitu dengan cara membaca.
Surah saba’ ayat 1-2
Surah saba’ ayat 1-2 menjelaskan sumber ilmu pengetahuan, semua ilmu pengetahuan bersumber dari Allah swt, manusia mengetahui ilmu Allah itu hanya sedikit sesuai dengan apa yang dipelajarinya dan bersifat terbatas. Sebagaimana dalam ayat tersebut sebagai berikut :
لْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (١)
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ (٢
Artinya
Segala puji bagi Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji bagi Allah,dan Dialah yang Mahabijaksana, Mahateliti.
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang, Maha pengampung.
Ayat tersebut menjelaskan tentang pengetahuan manusia, bahwa manusia itu diberikan pengetahuan hanya sedikit, ia mengetahui sesuai apa yang pelajari dan diberikan pengetahuan lebih. Allah adalah zat yang Mahamengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Dan segala yang berurusan dengan akhirat. Allah Maha penyayang dan Maha teliti atas segala ciptaanNya.
Surah An-Nahl ayat 78
Surah an-nahl ayat 78 menjelaskan tentang fungsi panca indra untuk memperoleh ilmu pengetahuan, bahwa manusia dititipkan oleh Allah berupa pendengaran, penglihatan dan hati (rasa), Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa manusia adalah makhluk yang unik dengan memiliki alat yang begitu sempurna yang tidak dimeliki oleh makhluk lain.
وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya ;
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan tidak tahu apapun, namun Allah berikan kompetensi berupa, pendengaran, penglihatan dan hati untuk dapat mengkaji ilmu pengetahuan dan mensyukuri apa yang Allah berikan kepada kita. Dengan kompetensi tersebut manusia dapat menuntut ilmu dan mentaburinya. Dangan ke tiga fungsi alat tersebut manusia di katakana sebagai makhluk yang paling sempurna.
Klasifikasi ilmu pengetahuan
Al – qur’an surah al- isra ayat 85
وَيَسۡـــَٔلُوۡنَكَ عَنِ الرُّوۡحِ ؕ قُلِ الرُّوۡحُ مِنۡ اَمۡرِ رَبِّىۡ وَمَاۤ اُوۡتِيۡتُمۡ مِّنَ الۡعِلۡمِ اِلَّا قَلِيۡلًا
Artinya : Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah,” Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa pengetahuan manusia itu terbatas, manusia itu hanya mengetahui sesi materi saja dan masalah roh itu hanya Allah yang mengetahui.
Tafsir ayat tersebut yaitu dan orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab bertanya kepadamu wahai Rasulllah tentang hakikat roh, maka katakanlah pada mereka, “ tidak ada yang mengetahui hakikat roh kecuali Allah, sedangkan kalian dan semua makhluk tidaklah diberikan ilmu kecuali hanya sedikit bila dibandingkan dengan ilmu Allah swt.
surah al-kahfi ayat 65
فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
Artinya:
Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba kami, yang telah kami anugerahkan rahmat kepadanya dari sisi kami, dan yang telah kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi kami.
Pengetahuan manusia itu terbatas kecuali orang-orang pilihan yang Allah berikan anugerah untuk mengetahui ilmu tersebut.
Surah al-haqqah ayat 38-39
فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
وَمَا لَا تُبْصِرُونَ
Artinya
38. maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat
39. Dan apa yang tidak kamu lihat.
Klasifikasi ilmu-ilmu pengetahuan
Ilmu adalah pengetahuan yang menunjukkan kebenaran umum dan dapat diuji melalui metode ilmiah. Masing-masing ilmu pengetahuan yang dapat diklasifikasikan menurut al- qur’an sebagai berikut.
Ilmu agama
Ilmu agama terdapat dalam surah at-taubah ayat 122 sebagai berikut.
وَمَا كَانَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لِيَنۡفِرُوۡا كَآفَّةً ؕ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِنۡ كُلِّ فِرۡقَةٍ مِّنۡهُمۡ طَآٮِٕفَةٌ لِّيَـتَفَقَّهُوۡا فِىالدِّيۡنِ وَ لِيُنۡذِرُوۡا قَوۡمَهُمۡ اِذَا رَجَعُوۡۤا اِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُوۡنَ
Artinya
Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi ke medan perang. Mengapa sebagaian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan pada kaumnya apabila mereka telah kembali, mereka dapat menjaga dirinya.
Allah menerangkan bahwa tidak semuaorang mukminharus berangkat ke medan perang, bila peperangan itu dapat dilakukan oleh sebagian kaum muslimin saja. Tetapi harus ada pembagian tugas dalam masyarakat, sebagian berangkat ke medan perang, dan sebagian lagi harus menuntut ilmu dan mendalami agama islam, supaya ajaran-ajaran itu dapat diajarkan secara merata, dan da'wah dapat dilakukan dangan cara yang lebih efektif dan bermanfaat sehingga kecerdasan umat islam dapat di tingkatkan.
Ilmu psikologi dan ilmu alam
Ilmu psikologi terdapat dalam surah al-fussilat ayat 53
سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
Artinya
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadalah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu.
lebih tegas ayat ini menggambarkan fenomena yang menunjukkan kebesaran Allah yang terdapat di ufuk (al-fak) dan diri manusia. afaq, artinya al-nawahi (penjuru atau linkungan langit dan bumi). Manusia dituntut agar mempelajari fenomena tersebut, sehingga terbentuk keimanan dan keyakinan terhad Allah dan risalah-Nya yang sampai kepada manusia melalui Rasul, sehingga jiwanya berucap annahu al-aqq (sesungguhnya Al-qur'an yang dibawa Muhammad itu benar.
Ilmu sejarah
Ilmu sejarah terdapat pada surah Muhammad ayat 10
أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكَٰفِرِينَ أَمْثَٰلُهَا
Artinya Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi ini sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka, Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.
Ilmu biologi
Pembahasan ilmu biologi terdapat dalam qur’an surah al-anbiyah ayat 30
اَوَلَمۡ يَرَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ كَانَـتَا رَتۡقًا فَفَتَقۡنٰهُمَا ؕ وَجَعَلۡنَا مِنَ الۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ ؕ اَفَلَا يُؤۡمِنُوۡنَ
Artinya
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?
Semua ilmu pengetahuan berasal dari Allah swt manusia adalah makhluk yang dapat mengolah ilmu pengetahuan tersebut dangan dititipkan oleh Allah berupa alat yang dapat manusia gunakan yaitu pendengaran, penglihatan dan hati yang dengan alat tersebut manusia dapat menegakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Dengan diberikan tiga fungsi alat tersebut manusia dikatakan sebagai makhuk yang paling sempurna.
Klasifikasi/Pembidangan Ilmu Pengetahuan
a. Pengertian Metode dan Karakteristiknya
Metode berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata meta dan hodos, meta berarti yang dilalui dan hodos berarti jalan. Yang dimaksud dengan jalan di sini adalah suatu tata cara, tindakan atau amaliyah yang diamalkan menurut metode-metode tertentu yang telah ditetapkan oleh masing-masing perumus aliran yang tertentu pula. Misalnya seorang guru yang mengajarkan shalat pada muridnya, dia menunjuki dan membimbing bagaimana caranya melakukan ibadah shalat itu.
Maka metode adalah cara yang tetap untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang dilakukan biasanya memiliki tujuan tertentu, tergantung kepada tujuan yang ingin dicapainya. Demikian juga dengan metode, pengertiannya menjadi berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Menurut Surachnad metode adalah cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Menurut Abu Bakar Aceh, thariqah artinya jalan, petunjuk untuk melakukan sesuatu sesuai dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan oleh nabi dan dikerjakan oleh sahabat-sahabatnya, dan tabi’in secara turun temurun sampai kepada guru-guru sambung menyambung dan rantai berantai. Menurut Abuddin Nata metode sebagai cara untuk memahami, menggali, dan mengembangkan ajaran Islam, sehingga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Metode-metode pendidikan ini memiliki karakteristik sebagaimana yang ditemukan as-Syaibani yaitu:
Mendasarkan metode pendidikan kepada perilaku islami, sebab pendidikan adalah dalam rangka beribadah kepada Allah.
Menyesuaikan metode pendidikan dengan keadaan peserta didik dan lingkungan pendidikan.
Menggunakan metode pendidikan yang dapat memadukan antara teori dangan fakta dan antara tekstual dengan kontekstual.
Memberi kesempatan berpendapat pada peserta didik dengan mengutamakan argumen yang logis dan dalam batas kesopan dan saling hormat menghormati.
b. Term-Term Metode Dalam Al-qur’an
Metode dalam bahasa Indonesia diartikan dengan cara, dalam bahasa Arab kata thariqah berasal dari kata tharq yang berarti mengetuk, thariqah jamaknya tharaiq yang berarti jalan atau petunjuk jan atau cara.
Jika ditelusuri kata thariq dalam Al-qur’an, ada beberapa ayat yang langsung mengungkapkan.
Berikut ayat-ayat yang langsung lafal thariq:
Surah at-Ahqaf ayat 30 yang berbunyi:
قَالُوا۟ يَٰقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ
“mereka berkata. “ Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-qur’an) yang telah diturunkan seaudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus”.
Surah al-Mukminum ayat 17 yang berbunya:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap (Kami).’’
Surat an-Nisa’ ayat 168 yang berbunyi:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا
“sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka”.
Dalam surat yang sama juga ada pada ayat 169 yang berbunyi:
إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا
“kecuali jalan ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.
Surat Thaha ayat 63 yang berbunyi:
قَالُوٓا۟ إِنْ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلْمُثْلَى
“Mereka berkata: “ Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama”.
Pada surat yang sama ada juga disebutkan pada ayat 77 yang berbunyi:
وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لا تَخَافُ دَرَكًا وَلا تَخْشَى
“ Dan sesungguhnya telah kami wahyukan kepada Musa .”Pergilah kamu dengan hamba-hamba Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam).
Pada ayat 104 juga disebutkan:
نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا
“ Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan , ketika orang yang paling lurus jalannya di antara mereka:” kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja.”
Surah jin ayat 16
وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا
“Dan bahwasanya: jikakau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu, (agama Islam), benar-benar kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).”
c. pembahasan Ayat-Ayat Metode Pendidikan Melalui Tafsir Maudhu’i
tafsir maudhu’i adalah penjelasan ayat-ayat Al-qur’an yang membicarakan sesusuatu mengenai judul. Topik tertentu.
Menurut Abdul Hayy al-Farmawi tafsir maudhu’i adalah pengumpulan ayat-ayat yang mempunyai maksud yang sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasarkan kronologi serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut, kemudian memperhatikan ayat-ayat tersebut dengan penjelasan, keterangan-keterangan dan hubungannya dengan ayat yang lain serta mengistinbat hukum-hukum yang mengkhususkannya dalam kajian tematik.
Zahir I’wad al-Alma’i menyebutkan tafsir maudhu’i adalah ungkapan tentang pengumpulan ayat-ayat Al-qur’an yang berbicara mengenai topik (tema yang sama), yang mempunyai tujuan yang sama dan menyusunnya sesuai dengan urutan turunnya ayat-ayat Al-qur’an, ini dilakukan jika memungkinkan. Selanjutnya diterangkan secara terperinci dengan menguraikan tentang hikmah syari’at yang terdapat di dalamnya meliputi seluruh aspek tema sebagaimana terdapat dalam Al-qur’an, kemudian mengungkapkan pembahasan tentang aspek-aspek tersebut supaya terhindar dari keraguan yang dihembuskan oleh musuh-musuh agama, yaitu orang yang sesat atau ateis.
Abdul Sattar, tafsir maudhu’i adalah ilmu yang membahas tema-tema Al-qur’an yang sama makna dan tujuannya, dengan cara mengumpulkan ayat-ayat dari berbagai surat, kemudian mengkajinya dengan pola tertentu.
Jadi mussafir mencari dan menentukan tema-tema atau topik-topik bahasan yang ada di tengah-tengah masyarakat atau berasal dari masyarakat berasal dari Al-qur’an itu sendiri, atau dari yang lain.
1.Metode diskusi
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantulah mereka dengan cara yang baik. Sesunggunya Tuhanmu Dialah yang mengetahuiorang-orang yang dapat petunjuk.
Pelajaran yang baik “Bi al-mau ‘izah al-hasanah pada ayat di ats dapat dikatakan sebagai metode diskusidengan memperhatikan pada jelasan tafsir.
Metode diskusi dalam pendidikan Islam disebut dengan dengan metode hiwar adalah suatu cara penyajian/penampaian bahan pelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik / berbicara dan menganalisis secara ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesempulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas sesuatu masalah.
2.Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca. Metode ini banyak terdapat dalalm al-qur’an salah satunya dalan al-qur’an surah assafat 100-108
Artinya” ( 100) ya, Tuhanku anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. (102) Maka takala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelimu, maka pikirkanlah apa pendapat mu. Ia menjawab, hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyah Allah kamu mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (103). Takala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya. (104). Dan kami panggillah dia, hai Ibrahim. (105).sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (106). Sesungguhnya itu benar-benar suatu ujuan yang nyata. (107). Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (108). Dan Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.
Rangkaian pembahasan ayat di atas satu persatu dapat dilihat penyampaian pendidikan yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada anaknya penuh dangan tanya jawab, bahkan disana juga terlihat adanya metode diskusi. Ini terlihat dari cara yang dilakukan Ibrahim kepada anaknya selalu ia tanyakan terlebih dahulu, dan tidak langsung mengambil kesempulan.
Metode ceramah
Metode caramah adalah cara penyampaian informasi melalui penuturan secarah lisan oleh pendidik kepada peserta didik. Cukup banyak ayat-ayat Al-qur’an tentang metode ini diantaranya.
Surah thaha ayat 23-25
Artinya” berkata Musa: Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lapangkanlah kekakua dari lidahku. Supaya mereka mengerti perkataanku.
Surah al-‘araf ayat 35
Artinya” hai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu ayat-ayatKu, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, niscaya mereka tidak merasa ketakutan”. Metode ceramah ini digunakan oleh Rasulullah untuk menyampaikan perintah-perintah Allah.
Surah Yunus ayat 23
Artinya” Maka takala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman dimuka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
4.Metode demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dimana guru mempertunjukkan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan sesuatu sedangkan murud memperhatikannya.
Metode ini terdapat pada surah al-kahfi ayat 66
Artinya” Musa berkata kepada khidir “ Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadaku”
Kaitan ayat ini dengan aspek pendidikan bahwa seorang pendidik hendaknya:
- Menuntun anak didiknya
- Memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu
- Mengarahkan untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.
5.Metode eksperimen
Metode eksperimen dapat disamakan dengan experiment method. Eksperimen dimaksud untuk menguji kebenaran sesuatu dengan cara melakukan uji coba terhadap objek yang diteliti. Metode eksperimen adalah metode pengamatan objek fisik yang tentu saja alatnyadengan menggunakan indra.
Metode eksperimen terdapat pada surah ar-rahman ayat 33.
Artinya” Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menumbus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasinya, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.”
Penjelasan ayat di atas jelas mengisyaratkan adanya eksperimen, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw dalam mensucikan derinya dengan cara berguling di tanah karena mereka tidak menemukan air untuk mandi jinabat. Maka Rasulullah saw memperbaiki praktek yang dilakukan mereka yang sudah salah dan rasul langsung mencontohkan tata cara bersuci bukan dengan berguling di tanah akan tetapi dengan menggunakan debu.
6.Metode keteladanan
Sesuai dangan firman Allah swt dalam surah al-ahzab ayat 21
Artinya” sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah .
Metode ketaladan sangat penting dalam pendidikan, keteladan yang dimaksudkan adalah keteladanan dari pendidik karena pendidik selalu dicontoh dan ditiru anak-anak. Pendidik bukan saja guru tapi bisa orang tua, masyarakat bahkan Rasulullah. Keteladan Rasulullah dapat menjadi acuan bagi pendidik sebagai teladan utama, sehingga diharapkan anak didik mempunyai pendidik yang dapat dijadikan panutan.
7.Metode Amsal
Metode amsal sering disebut dengan metode perumpamaan yaitu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi pembelajaran melalaui contoh-contoh atau perumpamaan. Amsal adalah bentuk jamak dari kata matsal yang berarti perumpamaan atau ibarat. Amtsal juga diartikan menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, dari kata mitsil yang berarti serupa atau seperti. Selain kedua kata tersebut, dijumpai pula kata matsil yang berarti menyerupai.
Metode amsal cukup banyak dalam al-qur’an namun disini penulis hanya mengambil satu contoh yaitu dalam Al-qur’an surah al-baqarah ayat 17-19 yang artinya:
“ Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli dan buta, dan tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat, mereka menyumbat telingahnya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.
8.Metode Targhib dan tarhib
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman terhadap keburukkan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Sebagai mana hadis nabi yang artinya:
“ Hadis Ahmad ibn Shalih, hadis Abdullah ibn Wahhab, Umar memberitakan kepadakudari Bakr ibn Suadah al-Juzami dari shalih ibn Khaiwan dari Abi Sahlah as-Sa’ib ibn Khallad, kata Ahmad dari kalangan sahabat Nabi saw. Bahwa ada seorangyang menjadi imam sholat bagi sekelompok orang , kemudian dia meludah ke arah kiblat dan Rasulullah melihat, setelah selesai sholat Rasulullah bersabda “ jangan lagi dia menjadi imam sholat bagi kalian.
Penjelasan hadis di atas tampak jelas dalam memberikan hukuman (marah ) karena orang tersebut tidak layak menjadi imam.
9.Metode pengulangan (tikror)
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang disampaikan. Metode pengulangan terdapat dalam al-qur’an surah al-fatihah ayat 6 dan ayat 7.
Artinya” Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”.
TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN TERBAGI ATAS 5 ELEMEN YAITU:
1.
Individu
2.
Orang
tua
3.
Guru
4.
Masyarakat
5. Pemimpin
Individu
a.
Q.S.At-Tahrim
ayat 6
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ
نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ
شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah
terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.
b.
Q.S.
At-Tur ayat 21
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ
ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ
مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Dan
orang-oranng yang beriman, beserta anak cucu mereka mengikuti mereka dalam
keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di dalam sorga dan
Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Setiap individu
terikat dengan apa yang dikerjakannya.
c.
Q.S. Al-isra’ ayat 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ
وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti
sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati
nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
- Orang
tua
a.
Q.S. Thaha ayat 132
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا
نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahlah keluargamu melaksanakan sholat
dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rereki kepadamu, Kamilah
yang memberi rezeki kepdamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi
orang-orang yang takwa.
b. Q.S. Al-Furqan
وَالَّذِيۡنَ
يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ
اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا
Dan orang-orang
yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi
orang-orang yang bertakwa."
c.
Q.S. At-Tagabun ayat 13
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ
فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
Hai
orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada
yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika
kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
d.
Q.S.
Lukman ayat 13
وَاِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِا بۡنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا
تُشۡرِكۡ بِاللّٰهِ ؕاِنَّ الشِّرۡكَ لَـظُلۡمٌ عَظِيۡمٌ
Dan
(ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran
kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah,
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang
besar."
e.
Q.S.
lukman ayat 14
وَ وَصَّیۡنَا
الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَیۡہِ ۚ حَمَلَتۡہُ اُمُّہٗ وَہۡنًا عَلٰی وَہۡنٍ وَّ
فِصٰلُہٗ فِیۡ عَامَیۡنِ اَنِ اشۡکُرۡ لِیۡ وَ لِوَالِدَیۡکَ ؕ اِلَیَّ الۡمَصِیۡرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar
berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku
kembalimu.
f.
Q.S. As-Syuara ayat 214
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ
Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu (keluarga) yang terdekat.
- Sekolah
a.
Q.S.
Mujadilah ayat 11
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ
تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا
قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ
وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Wahai
orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di
dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi
kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah,
niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa
yang kamu kerjakan.
b.
Q.S.
Al-Baqarah ayat 104
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيْمَ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ
إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدَّينَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ اْلمَوْتُ إِذْ قَالَ
لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِي قَالُوْا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ
آبَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهَا وَاحِدًا وَنَحنُ
لَهُ مُسْلِمُوْنَ
Dan Ibrahim
mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. Wahai anakku
sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu maka janganlah kamu mati
kecuali dalam keadaan islam. Apakah kamu menjadi saksi ketika dia berkata
kepada anak-anaknya, apa yang kamu sembah sepeninggalku? Kami akan menyembah
Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, yaitu Tuhan
yang maha Esa dan kami berserah diri kepada-Nya.
- 4.
Masyarakat
a.
Ali Imran ayat104
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ
يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah di antara kamu ada
segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf,
dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
b.
Ali Imran ayat 110
كُنۡتُمۡ خَيۡرَ اُمَّةٍ اُخۡرِجَتۡ
لِلنَّاسِ تَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ
وَتُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِؕ وَلَوۡ اٰمَنَ اَهۡلُ الۡكِتٰبِ لَڪَانَ خَيۡرًا
لَّهُمۡؕ مِنۡهُمُ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَاَكۡثَرُهُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Kamu (umat
Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu)
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman
kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi
mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah
orang-orang fasik.
- Pemimpin
a.
Q.S. An-Nisa’ ayat 59
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا
اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡۚ
فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ
كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ
وَّاَحۡسَنُ تَاۡوِيۡلًا
Wahai orang-orang yang beriman!
Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang
kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama
(bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Kronologi turunya ayat ini terkait
dengan sikap Amar Bin Yasir melindungi seorang tawanan perang tanpa izin dari
panglima perang, yaitu Khalid bin Walid sehingga terjadilah perbedaan pendapat
di antara mereka, atas peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini isinya berupa
perintah taat kepada Allah, kepada Rasul dan kepada pemimpin.
b.
Q.S. At-Taubah ayat 71
وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ
بَعۡضُهُمۡ اَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ
الۡمُنۡكَرِ وَيُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيۡعُوۡنَ
اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗؕ اُولٰۤٮِٕكَ سَيَرۡحَمُهُمُ اللّٰهُؕ اِنَّ اللّٰهَ
عَزِيۡزٌ حَكِيۡمٌ
Dan orang-orang yang beriman, laki-laki
dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan
shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan
diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Pandangan Para Mufassir Tentang Tanggung Jawab Pendidkan
Tanggung jawab individu merupakan
tanggung jawab secara pribadi terhadap pendidikan untuk merubah kondisi
pendidikan dari tidak baik menjadi baik dan dari baik menjadi lebih baik.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas individu agar terhindar dari
kebodohan dan keterbelakangan sehingga menjadi manusia yang paripurna dan
berimu pengetahuan. Tangggung jawab individu bukan saja dari sudut pendidikan
islam (akidah) tetapi juga pendidikan umum. Menurut M. Quraish Shihab tanggug
jawab pendidikan secara individu dan keluarga yaitu meneladani kehidupan Rasul Saw dan
keluarganya dan diterapkan dalam kehidupan individu dan keluarga.
Tanggung jawab orang tua yakni
tanggung jawab pendidikan diserahkan kepada kedua orang tua di rumah tanggah
seperti pendidikan akhlak dan meneladani keluarga Nabi Muhammad saw.
Tanggung jawab sekolah (guru) ialah
mengembangkan potensi akal dan rohani peserta didik di sekolah. Potensi akal
yakni menjadikan peserta didik cerdas, terampil, kreatif, inovatif dan
berakhlak mulia. Potensi rohani yakni mengembangkan potensi rohani peserta
didik sehingga sadar akan dirinya sebagai makhluk Allah yang terbaik tidak
berlakuk syirik dan menjadikan Allah sebagai tempat menyembah dan tempat
meninta tolong.
Tangggung jawab masyarakat yaitu
mengajak manusia kepada jalan kebaikan, maruf dan nahi munkar dengan cara tidak
boleh memaksa tetapi disampaikan secara persuasive dengan cara bil-hikmah
(kearifan), al-mauizah al-hasanah (pengajaran yang baik) dan mujadalah
(dialog). Makruf adalah mengajak kepada kebaikan yang bersifat umum, sedangkan
munkar adalah seluruh keburukan yang bertentangan dengan nilai-nilai ilahiyah.
Tanggung jawab pemimpin adalah menyelenggarakan
pendidkan , menyediakan sarana dan prasarana , tenaga pendidik, pengguna,
honor, kurikulum, administra dan evaluasi pendidikan. Seluruh tanggung jawab
ini saling berkaitan antara satu dengan
yang lain.
oke, sisa tambah jumlah bari untuk paragraf yang akhir2
BalasHapusIya ustadz 🙏
Hapus