Tujuan pendidikan dalam Al-qur'an
NAMA :BUNG KASNO ABUBAKAR
NIM :18133016
PRODI :PENDIDIKAN BAHASA ARAB (PBA1)
SEMESTER :V (LIMA)
MK :TAFSIR & TAFSIR TARBAWI
RANGKUMAN MATERI
TUJUAN PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN
A. Wawasan Al-Qur’an Tentang Tujuan pendidikan
1.Terwujudnya hamba yang mengabdi kepada Allah (‘abd)
a. Al-qur’an surah at-Dzariyat ayat 56, Allah swt. Berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
“Dan Aku tidak meniptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
b. Al-qur’an Surat al-anbiya’ (21) ayat 25.
…لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ
…Tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”
Ayat di atas dengan sangat tegas menjelaskan bahwa untuk beribadahlah tujuan jin dan manusia diciptakan. Ibadah pada ayat di atas bukan sekedar aktivitas ritual keagamaan seperti sholat, haji, zakat dan ibadah mahdhah lainnya, tetapi segala aktivitas yang dilakukan dalam rangka ibtigha’mardhatilah/mencari ridha Allah. Perbuatan ibadah madhah seperti sholat, puasa, zakat dan haji belum memenuhi prinsip ibadah jika dilakukan tanpa kesadaran total yang tersimbolkan dalam niat serta sikap penghambaan dan ketundukan kepada perintah Allah.
Bila demikian halnya, maka sesungguhnya ibadah itu bukan bentuk lahirnya, banyak perkara dunia yang berubah menjadi amal dunia karena niat. Sebaliknya boleh jadi suatu ritual agama tidak bernilai ibadah bila dilakukan bukan karena Allah, tetapi untuk riya misalnya. Dengan demikian niat sebagai simbol kesadaran dan ketundukan merupakan standar prodedur perbuatan yang menentukan apakah suatu perbuatan bernilai ibadah atau tidak. Sebagaiman sabda Rasulullah saw:
Dari Umar bin Khattab ra. Dari Nabi saw. Ia telah berkata: “sesungguhnya amal perbuatan tergantung kepada niatnya, dan bagi seseorang tergantung apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasulnya (keridhoaannya). Dan barang siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau menikahi wanita maka hijrahnya itu tertuju kepada yang dihijrahkan.”
Dengan demikian dapat dipahami bahwa tujuan hidup seorang hamba adalah untuk mengabdi kepada Allah. Dengan kata lain bahwa tujuan pendidikan islam harus selaras dengan pandangan hidup seorang muslim yaitu “merealisasikan pengabdian pada Allah swt. Dalam kehidupan manusia, baik secara individu ataupun kelompok.
2. Mempersiapkan individu untuk menjadi khalifah (pemimpin)
ayat yang membahas tentang ini adalah:
a. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
ingatlah ketika Tuhan berfirman kedapa para malaikat; “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, pada hal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: sesungguhnya Aku mengetahui apa yang yang tidak kamu ketahui”.
b. Al-qur’an surah ahaad ayat 26
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ…
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil
c. Al-qur’an surah al-fathir ayat 39
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ,..ۥ ۖ
Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri.
d. Al-qur’an surah Yunus ayat 14
ثُمَّ جَعَلْنَٰكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ مِنۢ بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
e. Al-qur’an surah yunus ayat 73
فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَعَلْنَٰهُمْ خَلَٰٓئِفَ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا ۖ…
Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
f. Al-qur’an surah al-An’am ayat 165
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ…
Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
g. Al-qur’an surah al-A’raf ayat 69
…وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَة..
Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu).
Khalifah secara etimologi berarti yang menggantikan, yaitu menggantikan orang lain, dan mengambil tempatnya. Khalifah, dimaksudkan untuk menggantikan peran Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya. Kata khalifah juga mengacu kepada pengertian penerima otoritas yang bersumber dari Tuhan. Selain itu selain kata khalifah juga selalu diartikan sebagai pemimpin atau imam. Khalifah adalah pengganti.
Esensi makna khalifah juga sebagai orang yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin, mengelolah, memelihara dan memanfaatkan alam guna mendatangkan kemaslahatan bagi manusia. Menurut al-Maraghi dipilihnya manusia sebagai khalifah karena manusia sudah dibekali alat untuk bias meraih kematangan secara sempurna di bidang ilmu pengetahuan.
Khalifah pada ayat-ayat di atas tidak hanya ditujukan untuk Nabi Adam as. Atau nabi-nabi tertentu sebagaimana dalam teks ayat. Namun kata khalifah juga untuk kaum-kaum sesudah mereka yang sebagian menggantikan sebagian lainnya di kurun waktu dan generasi yang berbeda. Ini berarti bahwa khalifah merupakan wewenang yang dilimpahkan Allah kepada Adam as. Dan seluruh manusia. Melalui pendidikan, setiap potensi yang dianugrahkan oleh Allah swt. Dikembangkan secara maksimal sehingga pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting tidak hanya dalam hal pengembangan kecerdasan, namun juga untuk membawa manusia pada tingkat manusiawi dan peradaban, terutama pada zama modern dengan berbagai kompleksitas yang ada.
Dalam khazanah pemikiran pendidikan, pendidikan islam bukan hanya sekedar bertujuan mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa, lebih dari itu pendidkan juga berusaha menggembleng manusia menjadi imam/pemimpin bagi orang beriman dan bertaqwa.
Sebagaimana dalam surah al-furqan ayat 74.
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan islam adalah mewujudkan khalifah-khalifah yang memiliki kemampuan manajerial untuk mengelola alam raya ini.
3. Membina dan memupuk akhlakul karimah
Dalam pendidkan islam, akhlak merupakan ruh. Artinya akhlaklah yang menjadi ukuran keberhasilan dan ketercapaian tujuan pendidikan..
Di antara ayat Al-qur’an yang membahas tentang akhlak adalah:
a. Al-qur’an surah al-qalam ayat 4
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
b. Al-qur’an surah al-syu’ara ayat 137
إِنْ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلْأَوَّلِينَ
Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.
Secara etimologi, akhlak adalah bentuk jamak dari kata khuluqun atau khuqun yang berarti agama, tabiat dan perangai. Ibnu Mandzur menjelaskan bahwa hakikat makna khuluq adalah gambaran batin manusia yaitu jiwa dan sifat-sifatnya.
Secara istilah akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa paksaan atau tekanan dari luar.
Akhlak atau budi pekerti yang mulia merupakan asas yang paling kuat untuk melahirkan manusia yang berhati bersih, ikhlas dalam hidup, amanah dalam tugas, cinta kepada kebaikan dan benci kepada kejahatan. Selain itu akhlak juga dalam pelaksanaannya tidak hanya mengatur hubungan horizontal antara sesame manusia, akan tetapi juga mengatur hubungan vertical antara manusia dengan Allah.
4. Untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat.
Tujuan pendidikan dirancang agar dapat merangkum tujuan hidup manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yaitu keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Di antara ayat-ayat yang menyatakan hal ini adalah:
a. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 200
….فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
b. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 201
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Doa yang selalu dimohonkan oleh setiap muslim pada ayat di atas, bukanlah segala kesenangan duni, tetapi segala yang bersifat hasanah, yaitu yang baik, bahkan bukan hanya kebaikan di dunia akan tetapi juga memohon kebaikan di akhirat. Kebaikan pada ayat di atas menurut Quraish Shihab bukan hanya dalam arti iman yang kukuh, kesehatan, rezeki yang memuaskan, pasangan yang ideal dan anak-anak yang saleh, tetapi segala yang menyenangkan di dunia dan berakibat menyenagkan di akhirat.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan islam tidak hanya beroreintasi untuk akhirat akan tetapi untuk kedua-duanya yaitu untuk kehidupan dunia akhirat.
Firaman Allah dalam al-qur’an surah al-qashas ayat 77:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
5. Mempersiapkan manusia yang kuat secara fisik
Ibadah dalam islam tidak hanya nmerupakan aktivitas ruh, namun ibadah merupakan aktivitas ruh dan juga fisik. Bahkan sebagian ibadah dalam islam tidak dapat dilakukan tanpa kekuatan fisik, ibadah haji misalnya, hampir semua ibadah haji dilakukan dengan fisik, tawaf, sa’I, melempar jumrah,n wukuf dan lain sebagian memerlukan fisik yang prima untuk dapat melakukan secara sempurna. Oleh karena itu mempersiapkan peserta didik yang kuat secara fisik merupakan tujuan pendidikan islam. Ayat-ayat yang membahas tengtang hal ini adalah:
a. Al- qur’an surah Nisa ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
b. Al-qur’an surah al-baqarah ayat 247.
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوٓا۟ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِٱلْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ ٱلْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُۥ بَسْطَةً فِى ٱلْعِلْمِ وَٱلْجِسْمِ ۖ وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
Kata jism yang hanya disebutkan sekali dalam Al-qur’an (surah al-baqarah:247), dipandang sebagai dasar bagi konsep pendidikan jasmani. Mayoritas mufassir berpendapat bahwa ayat ini berkaitan dengan pemimpin. Pemilihan seorang pemimpin harus berdasarkan dan kesehatan jasmani, bukan pada keturunan.
Ayat ini menerangkan mengenai kisah pengangkatan Thalut sebagai raja Bani Israil. Allah menceritakan kisah ini dengan indah, dimana orang berpendidikan dan mempunyai fisik kuatlah yang pantas menjadi pemimpin dan melaksanakan titah sebagai khalifah.
Dari ayat ini diambil pengertian bahwa seorang yang akan dijadikan raja atau pemimpin hendaklah memiliki kriteria sebagai berikut:
Memiliki kekuatan fisik sehingga mampu untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin.
Memiliki ilmu pengetahuan yang luas, sehingga dapat memimpinnya dangan penuh kebijaksanaan.
c. Al- qur’an surah al-qashas ayat 26.
قَالَتْ اِحْدٰىهُمَا يٰٓاَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ
Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”
Ayat di atas mengisahkan mengenai pelarian Nabi Musa as. Dari kejaran tentara Fir’aun untuk dibunuh hingga akhirnya bertemu dengan kedua putri Nabi Syuaib as. Dan membantunya memngambilkan air minum untuk ternaknya. Nabi Syuaib adalah seorang pemuka agama dan masyarakat di negeri Madyan. Nabi Musa adalah seorang yang gagah perkasa, kuat, pandai memimpin dan jujur lagi dapat dipercaya. Karena sifat-sifat terpuji itulah yang membuat anak gadis Nabi Syuaib terkesima dan Nabi Syuaib juga berencana menikahkan salah satu di antara gadisnya dengan Nabi Musa as.
Pengertian kuat di sini adalah kekuatan dari berbagai aspekdan bidang. Oleh karena itu terlebih dahula harus dilihat bidang apa yang ditugaskan kepada yang dipilih. Sedangkan kepercayaan tersebut di atas yang dimaksud adalah integritas pribadi dari orang yang diberi amanat.
Dan juga disebutkan dalam hadts. Yang diriwayatkan oleh imam Muslim.
Artinya: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertololangan kepada Allah, dan janganlah bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah engkau mengatakan,” seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain.” Akan tetapi katakanlah,” Allah telah mentaldirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia perbuat.” Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu syaitan. (HR.Muslim).
Dari ayat dan hadits di atas dapat dipahami bahwa kekuatan fisik juga merupakan hal yang penting dan mendapatkan perhatian khusus dalam islam. Dalam kehidupannya, seorang muslim dituntut untuk dapat menjaga kekuatan jasmani, agar ia mampu menjalankan tugas baik sebagai ‘abd (hamba) atau sebagai khalifah. Mobilitas dari satu tempat ke tempat yang lain, beban pekerjaan dalam pemenuhan nafkah, pengelolaan pikiran untuk mengatur strategi, hanya bias melaksakan secara obtimal takkala badan jasad dalam kondisi sehat dan bugar.
Demikian pentingnya kekuatan dan kesehatan jasmani dalam islam, sehingga mewujudkan pribadi yang sehat dan kuat juga merupakan tujuan pendidikan islam. Peserta didik diberikan pendidikan bahkan pelatihan agar mereka memperhatikan dan sekaligus menerapkan teori-teori kesehatan, yang pada akhirnya akan lahirakan generasi-generasi yang sehat dan kuat yang dapat menjalankan tugas sehari-hari sesuai dengan posisi dan kedudukan masing-masing.
Komentar
Posting Komentar