Klasifikasi/pembidangan ilmu pengetahuan
NAMA; BUNG KASNO ABUBAKAR
NIM: 18133016
KELAS: 5PBA1
MK: TAFSIR DAN TAFSIR TARBAWI
Klasifikasi/Pembidangan Ilmu Pengetahuan
Ilmu tumbuh-tumbuhan dan bercocok tanam (botani)
وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
Artinya:
“...Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj [22]:5)
Pada ayat ini Allah mengemukakan petunjuk tentang adanya hari kebangkitan dengan mengemukakan duam macam alasan
Berhubungan dengan proses pkejadian manusia
Berhubungan dengan proses kehidupan dan tumbuh-tumbuhan
Kata zawj, yang menunjukkan kepada aneka tumbuhan, dapat juga diartikan pasangan, dalam arti Allah swt. Menciptakan pasangan-pasangan bagi tumbuh-tumbuhan.
Pada ayat lain disebutkan:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
”Maha suci Allah Yang telah menciptakan makhluk-makhluk senuanya berpasangan; sama ada yang ditumbuhkan olejh bumi,atau diri dari mereka, atau dari apa yang mereka tidak mengetahuinya.” (QS.Yaasin [36]:36)
Bahkan berpasangan itu juga terjadi pada arus listrik, yaitu positif dan negatif, yang kemudian menimbulkan kekuatan yang dapat membangkitkan tenaga listrik menimbulkan cahaya. Tenaga listrik dan cahaya sangat vital dalam kehidupan manusia zaman moder ini. Boleh jadi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia di masa datang akan dapat pula menyingkapkan sebagai rahasia-rahasia yang masih tersimpan tentang adanya pasangan dalam bidang-bidang yang lain yang belum di ketahuin oleh manusia.
Ilmu hewan (zoologi) dan Ilmu hayat
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
“(Mengapa merka yang kafir masih mengingkari akhirat) tidaklah mereka memperhatikan keadaan unta bagaiman ia diciptakan?” (QS Al-Ghasyiyah [88]:17)
Dalam ayat ini Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagamana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu diciptakan. Bagamana pula langit yang berada ditempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung di panjangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang-orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untkuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternatak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal manusia.
Ilmu tentang proses kejadian makhluk (manusia)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ
ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ
ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ
“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari pati (yang berasal) ydari tanah; kemudian Kami jadikan “pati” itu (setitis) air benih pada penetapan yang kukuh; Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuah sebuku darah beku. Lau kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang , kemudian Kami bakut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk dia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya, maka nyatalah kelebihan dan ketenggian Allah sebaik-baik pencipta. (QS. Al-Mukminun[23]:12-14)
Ayat-ayat di atas memberi isyarat tentang proses kejadian manusia secara biologis (yang dapat dipelajari) dan non biologis (tidak dapat dipelajari). Yang dapat dipelajari secara biologis adalah setetes air mani (sperma), daging, tulang belulang, dan stuktur tubuh manusia secara keseluruhan. Sedangkan yang tidak dapat dipelajari secara biologis ialah roh (nyawa) baik roh manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan karena yang menyangkut roh ini hanya Allah lah yang mengetahuinya.
Ilmu falak
وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ (٣٧) وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (٣٨) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (٣٩) لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠)
“Dan lagi dalil yang terang untuk mereka (berpikir) ialah malam, Kami hilangkan siang dari padanya, maka dengan serta-merta mereka berada dalam gelap gulita. Dan (sebahagian dari dalil yang tersebut ialah) matahari, ia kelihatan beredar ke tempat yang ditetapkan baginya, itu adalah takdir Tuhan yang maha kuasa, lagi maha mengetahui, dan bulan pula kami takdirkan dia beredar melalui beberapa peringkat sehingga di akhir peredarannyakelihatan kembalinya pula ke peringkat awalnya (berbentuk melengkung) seperti tandang yang kering, (dengan ketentuan yang demikian), matahari tidak mudah baginya mengejar bulan, dan malam pula tidak dapat mendahului siang, karena tiap-tiap satunya beredar terapung-apung di tempat edarannya masing-masing.” QS yaasin [36[:37-40)
Ayat ini meletakkan dasar-dasar garis ilmu pengetahuan alam dan ilmu falak. Terjadinya siang dan malam karena bergerajnya tata surya, terutama bumi dan matahari. Ayat ini menyiratkan bagaimana proses geologi puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Berdasarkan kajian saintis, pada dasarya proses geologi berupa siklus yang tiada berhenti, di dasar lautan, seperti di laut pasifik contohnya, berjalan proses penghamparan material magmatik yang keluar dari punggungan tengah samudra. Lempengan ini terus bergerak dan menabrak lempengan lainnya.
Ilmu Hitung dan Eksakta
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ
“Dan tiadak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami sahaja perbendaharaannya dan Kami tidak akan menurunkannya melainkan dengan menurut kadar dan masa yang tertentu.” (QS.Al-hijr[15]:21).
Kemudian disebutkan pula bahwa orang harus merasa takut kepada Tuhannya, karena Allah akan menghidupkan kembali semua orang yang telah mati, dan ,membangkitkan mereka dari kuburnya masing-masing pada hari akhir. Ketika itu manusia memperoleh catatan dari seluru perbuatan , baik besar maupun kecil, yang pernah di kerjakan di dunia dahulu. Tiada satupun perbuatan yang luput dari catatan, semuanya tertulis dalam buku itu dengan teliti.
Penggalan ayat ini dipahami sebagai ulama dalam arti peredaran matahari dan bumi terlaksana dalam satu perhitungan yang sangat teliti. Ada juga ulama yang memahami penggalan ayat diatas dalam arti Allah menjadikan peredaran matahari dan bulan sebagai alat untuk melakukan perhitungan waktu, tahun, bulan, minggu dan hari bahkan menit dan detik.
Ilmu Fisika dan Kimia
هُوَ الَّذِىۡ يُرِيۡكُمُ الۡبَرۡقَ خَوۡفًا وَّطَمَعًا وَّيُنۡشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ
وَ یُرۡسِلُ الصَّوَاعِقَ فَیُصِیۡبُ بِہَا مَنۡ یَّشَآءُ وَ ہُمۡ یُجَادِلُوۡنَ فِی اللّٰہِ
وَ ہُوَ شَدِیۡدُ الۡمِحَال
“ Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, untuk menakutkan (dari panahan), dan memberiharapan (dengan turunnya hujan), dan ia yang menjadikan awan yang tebal yang berat (dengan air), dan Dia lah yang guruh dan malaikat bertasbih memuji-Nya, karena takut kepadaNya. Dan Dialah juga yang menghantarkan petir, lalu ia mengenakan dengan panahannya kepada siapa yang dikehendakiNya dan mereka yang ingkar itu membanta (serta mendustakan rasul) mengenai perkara yang berhubungan dengan Allah (dan kuasaNya) padahal ia amat keras azab siksaNya”. (QS. Ar-Ra’ad [13]:12-13).
Menurut kajian saintis, terbentuknya awan mendung, kilat, guruh, dan halilintar, bagaimana diungkapkan dalam al-qur’an, sejak awal diyakini oleh banyak ilmuan merupakan fenomena alam yang mempunyai hubungan yang erat dengan proses kejadian hujan atau badai yang terjadi permukaan bumi. Fenomena ini merupakan salah satu tanda kekuasaan dan keperkasaan Allah.
Dari sisi pengamatan lainnya diketahui bahwa petir mempunyai manfaat bagi bumi dan manusia. Petir merupakan proses alam yang menghasilkan unsur nitrogen yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan dan mengisi sekitar 4/5 atmosfer bumi, bahkan petir juga berfungsi dal sirkuit global listrik. Kilatan petir raksasa di yakini akan dapat membantu menyeimbangankan sirkuit global listrik antara bumi dan angkasa dan juga berkonsentrasi dalam pembentukan ozon . dalam ayat ini menjelaskan.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ
“Tidakkah Engkau melihat bahwasannya Allah mengarahkan awan bergerak perlahan-lahan , kemudian Dia mengumpulkan kelompok-kelompoknya, kemudian Dia menjadikannya tebal berlapis-lapis?selepas itu Engkau melihat hujan turun dari celah-celahnya. Dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-gunung (awan) Yang ada padanya, lalu lalu Ia menimpahkan hujan batu itu kepada siapa yang dikehendakiNya, dan menjauhkan dari siapa yang dikehendakiNya. Sinaran kilat yang terpancar dari awan yang demikian keadaannya, hampir-hampir menyambar dan menghilangkan pandangan”. (QS. An-Nuur [24]:43)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menjadikan awan bertindih-tindih setelah dia di arak dan kumpulan di satu tempat/daerah, sehingga terjaditumpukan dan gumpalan awan yang berwarna hitam bagaikan gunung-gunungdi angkasa, kemudian keluarlah dari celah awan tersebut air hujan.
Ilmu Geologi
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا 1 وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَه2
“Apabila bumi digegarkan dengan gegaran yang sedahsyat-dahsyatnya, serta bumi itiu mengeluarkan segala isinya”. (QS. Al-Zalzalah [99]:1-2)
Kata zilzal dan yang serumpun dengannya disebutkan 6 kali dalam al-qur’an , antara lan 2 kali disebutkan dalam surah az-zalzalah ayat satu dan semuanya berarti guncangan. Allah mengunkapkan bahwa bumi bergetar bergetar dan bergunjang sedahsyat-dahsyatnya.
Komentar
Posting Komentar